Arti dari “Wibu” Pengertian yang sebenarnya

Posted by : | Release on 22 October 2018 at 5:40 pm

248 Views

Escha & Logy no Atelier

Apa Itu Wibu? (Weaboo)

Apa Itu Wibu? Berbeda dengan Hikikomori yang mempunyai over-fanatik dengan suatu hal namun dipendam dan jarang mau memperlihatkan-nya kepada orang banyak orang. Wibu adalah kebalikan dari itu, sama hal-nya dengan Otaku, Nijicon dan Hikikomori yang adalah sebutan untuk para penggemar suatu anime, manga ataupun game! Wibu adalah tipe orang yang over-fanatik akan suatu hal seperti hal-nya anime dan manga.

Dikalangan masyarakat sendiri Wibu dianggap negatif, karena banyak yang beranggapan bahwa hobi menjadi wibu terlihat aneh dan lebay. Namun sebenarnya tidak seperti itu juga, karena semua bergantung pada setiap sifat individu yang menggeluti hobi perwibuan.

Orang yang dikatakan Wibu biasanya memiliki beberapa kriteria diantaranya karena:

1. Hobi Menonton Animasi Jepang(biasa disebut Anime)
2. Hobi Mengkoleksi merchandise anime
3. Hobi Ikut Festival Jejepangan
4. Hobi Cosplay karakter anime yang disukai dan diminati
5. Hobi Mendengarkan lagu bergenre J-pop (Japanese Pop/Lagu popnya Jepang)
6. Hobi Menonton J-drama (drama Jepang)
7. Hobi Mempelajari budaya Jepang
8. Hobi Mempelajari bahasa Jepang
9. Mengidolakan Karakter Game-game Jepang (biasanya RPG)
Dll.

Dari beberapa jenis wibu/vvibu diatas umumnya wibu akut berasal dari kategori nomor 1, 6, 7, dan 8.

Oiah, apa kamu ingin tahu orang yang menulis artikel ini (saya) Wibu atau bukan? ini dia.

#1. Terobsesi dengan budaya jepang sampai berpikir bahwa budaya jepang itu superior dari budaya asalnya sendiri.

Hmmpt, Saya adalah seorang anime fans.

Saya tau banyak sekali judul anime dalam berbagai macam genre, tapi meskipun demikian Saya sama sekali tidak tahu tentang budaya jepang.

Jadi berpikir bahwa budaya jepang lebih baik dari budaya asalnya sendiri (dalam hal ini Indonesia) tidak bisa Saya lakukan karena Saya lebih mengetahui budaya indonesia.

Saya memang kagum ke beberapa kebudayaan jepang, tapi ini tidak membuat Saya terobsesi dengan budaya jepang itu sendiri.

Ini menjawab satu pertanyaan.

Saya tidak masuk ke kriteria ini, mari kita masuk ke kriteria kedua.

#2. Terobsesi dengan anime, manga dan hal lain yang berkaitan dengan budaya pop jepang.

Saya suka anime.

Bahkan di artikel tentang anime jepang ini, Saya menyebutkan bahwa Saya mungkin akan susah berpisah dengan anime.

Jadi apa Saya terobsesi?

Mari kita pelajari ini sejenak, ini adalah pengertian dari kata obsesi.

“Gangguan jiwa berupa pikiran yang selalu menggoda seseorang dan sangat sukar dihilangkan”

Jadi selama ini Saya mengalami gangguan jiwa ternyata haha.

Begini.

Saya sangat suka dengan anime dan Saya sudah bilang bahwa Saya mungkin akan susah berpisah dengan anime, artinya anime sangat sukar dihilangkan dari
pikiran Saya.

Itu artinya Saya terobsesi dengan anime.

Jadi untuk kriteria kedua, Saya memenuhi syarat, (gimana nih, saya masuk kriteria kedua, tapi engga yang pertama)

#3. Memasukan beberapa kata jepang kedalam kehidupan sehari-hari. Kata ini biasanya sering digunakan secara tidak benar.

Dan dicap sebagai alay!

Tidak pernah, Saya tidak pernah melakukan hal ini kecuali kalau memang untuk bercanda atau menyinggung teman Saya yang alay.

Jadi Saya sama sekali tidak memenuhi syarat ini.

Saya pikir hal ini tidak benar dan mengganggu, menambahkan kata-kata jepang kedalam bahasa indonesia.

Seperti contohnya seperti ini.

“Ohayou minna Kalian tau anime romance comedy yang seru gak? minta rekomendasinya dong, onegai ….”

Di contoh itu Saya menggunakan contoh kata “Ohayou minna” dan menurut Saya ini agak kurang  baik digunakan.

OK. Ini hak kalian menggunakan bahasa yang kalian mau, tapi tolong jangan lupakan bahwa orang yang membaca tulisan Kamu bukan Kamu sendirian apalagi jika Kamu menulisnya di Facebook atau Social Media lain.

Balik ke topik, apa Saya memenuhi kirteria nomor 3, jawabannya tegas, Tidak.

#4. Memiliki banyak pengetahuan tentang budaya dan bahasa jepang berdasarkan budaya pop jepang (anime dan manga)

Hmmmpt, seperti Saya bilang diatas, Saya tidak memiliki banyak pengetahuan tentang budaya jepang.

Hanya beberapa budaya modern.

Tapi masalahnya, budaya pop jepang ini Saya ketahui dari beberapa anime, contohnya seperti Hatsumode atau Golden Week (kalau memang ini juga disebut budaya)

Jadi apa Saya termasuk kriteria ke empat ini.

Mari kita perjelas.

Di atas, ada kata “memiliki banyak pengetahuan” dan Saya pikir Saya tidak punya banyak pengetahuan tentang budaya jepang.

Saya hanya memiliki beberapa pengetahuan tentang budaya jepang, namun ini juga didasari dari anime dan manga.

Jadi jawaban untuk karakteristik ke empat dari pengertian Wibu ini adalah, ya dan tidak.

Ya karena Saya memiliki pengetahuan tentang budaya jepang berdasarkan anime, dan Tidak karena walaupun memiliki beberapa pengetahuan tentang budaya jepang, tapi tidak banyak dan tidak lengkap.

Jadi ini adalah pertanyaan yang sesungguhnya.

sekian artikel dari admin yang wibu jadijadian Semoga Bermamfaat(adm)

 

 

0 Comments

Maaf jika komentar yang ditujukan kepada admin tidak/belum ditanggapi. Mungkin saat itu admin sedang mengantuk sehingga kelewatan baca komentarnya

Leave a Reply